KATEGORI

Kamis, 03 Maret 2011

Sajak Air Kencing dewa

Ada gumam yang kuselip di ujung telunjuk sang Tuhan.
Gumam yang kerap kunyanyikan
dengan ratusan larik karmina
di dalam kelambu sang putri yunani

karna aku air…
menghela deru napas hiena
di balik dinding taring-taring putih

karna aku angin…
meniup sayap merak sang W.S Rendra
di dalam bola-bola udara ruang kecilku

karna aku bumi…
tempat air kencing dewa bergelinang,
tanpa racun
tanpa hidrogen sianida
tanpa air bekas cucian Pedang Zulqifar

Aku hanya ingin bergumam di ujung telunjuk sang Tuhan
bukan rebah di atas jejak tarian malaikat-malaikat kecil

sampai negriku tak lagi berhias kumpulan bedebah
sampai tanahku tak lagi masam oleh liur gembala iblis,
hingga pusara jadi langit
langit jadi keranda
lalu keranda kembali pada rahimnya

Sekali lagi,
Aku akan bergumam di ujung telunjuk sang Tuhan
sampai air tak lagi menjadi darah di dalam cawan Firaun.
Lalu kembali menyelinap ke dalam kelambu putri yunani,
mencipta  surga,
surga yang masih ingin kutanyakan padanya.

1 komentar: